This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pemaba 2014, Youth Can Do It!!

1 komentar

Akhirnya bisa ngeblog lagi, hahahaa

Setelah hampir lama banget nggak nulis saking sibuk banget ngurus kuliah, ospek, dan lain-lain. Nah, kali ini aku pengen sharing nih tentang ospekku kemarin yang berlangsung selama kurang lebih satu minggu.


Setelah daftar sana-sini di perguruan tinggi negeri dan hasilnya belum lolos, akhirnya aku memilih buat ambil kuliah di perguruan tinggi swasta yang insya Allah bakalan jadi perguruan tinggi negeri, tepatnya di UPN "Veteran" Jawa Timur. Alhamdulillah, masuk jurusan impianku di ilmu komunikasi.



Kenapa aku ambil di UPN "Veteran" Jawa Timur? Faktor pertama sih karena faktor internal, ya. Mama aku salah satu dosen disana dan ini jadi satu poin kemudahan buat aku bisa masuk di kampus ini. Pokoknya segalanya dimudahkanlah. Dimudahkan dari segi proses pendaftaran sampai biaya, hahahaa. Kenapa sampai faktor biaya? Soalnya biayanya jadi lebih murah banget. Karena aku anak dosen di UPN "Veteran" Jawa Timur, biaya pendaftarannya jadi lebih murah. Uang kuliah dapet diskon 50% dan uang pangkal dipotong besar-besaran. Disini aku nemuin satu anugerah Tuhan, kalau Allah itu sudah memiliki rencana yang terbaik buat hambaNya. Disaat waktu itu aku lagi banyak banget masalah sana-sini. Mulai dari mamaku yang sakit sampai harus rawat inap dan tau sendiri semuanya jadi berantakan. Masalah kuliahku juga nggak tentu sana-sini nggak diterima, yah aku cuma bisa legowo aja. Pasrah sama rencana Allah. Soalnya aku yakin kalo suatu saat pasti ada jalan. Biaya yang harusnya dibuat bayar kuliah, nggak jadi, karena kepakai buat biaya perawatan mama selama di rumah sakit waktu itu. Yang aku bingung waktu itu, kalo tes mandiri di perguruan tinggi negeriku keterima, biaya darimana? Biaya 23juta itu mahal loh, uang semua tuh bukan daun. Pas masuk di kampus ini, akhirnya biaya diminimalkan seminimal mungkin sama bagian administrasi universitas. Alhamdulillah......



Dan faktor kedua, kenapa ambil di UPN "Veteran" Jawa Timur, soalnya aku tau kalo jurusan ilmu komunikasi disini tuh bagus banget. Fasilitas di kampusnya lengkap banget. Mulai dari studio televisi, radio, film, fotografi, sama advertising. Semuanya lengkap dan tersedia. Jadi, kalo mau belajar jadi presenter, news anchor, television production, radio announcer, reporter, produksi radio, advertising, fotografi, sutradara, dan masih banyak lagi bisa langsung terjun dan praktik disini. Akreditasinya juga udah bagus.


Faktor ketiganya sih karena kepepet, wkwk. Hahahaa, beneran deh. Kepepet gara-gara nggak masuk di perguruan tinggi negeri. Menurutku, semua perguruan tinggi itu sama aja, baik mau negeri ataupun swasta. Toh, biaya masuknya juga sama-sama mahal. Tinggal dari kita aja gimana cara menjalaninya. Kalo kita serius, kita niat, dan kita suka sama apa yang kita inginkan, hasilnya pasti bagus. Percuma dong, masuk perguruan tinggi negeri bergengsi pula, eh tengah-tengahnya putus gara-gara setelah dijalani 1-2 tahun ternyata nggak cocok sama passion kita. Di jurusanku pun aku juga nemuin dua temenku yang nasibnya kayak begitu tuh, angkatan kakak kelasku juga ada. Kuliah sekarang itu bukan bicarain masalah harga dan label universitas, tapi masalah passion brooo...


Yap, sharing nih waktu sebelum ospek.
Beberapa hari sebelum masa ospek diselenggarakan, aku masih sempet ngurusin pendaftaran dan lain-lain. Terakhir, aku masalah daftar ulang. Upload data sana-sini mulai dari ijazah, surat keputusan orang tua, sampai akte kelahiran. Ribet, sih. Pas data udah valid, mulai bikin kartu tanda mahasiswa nih. Tepatnya hari Jumat, 8 Agustus 2014 lalu. Dan antrenya, ya ampun, kayak antre sembako. Panjang bener. Akhirnya, aku cuma naruh berkas aja terus baru foto KTM hari Senin. Pas sore mau pulang sekitar jam 4, aku coba cek lagi ke bagian administrasi ternyata udah sepi. Namaku sempet kepanggil, tapi aku tinggal duluan hahahaa. Akhirnya bisa foto KTM dan dapet nomor pokok mahasiswa (NPM) hahaa.

Tanggal 15 Agustus 2014, waktunya technical meeting, nih.
Jam 8 pagi aku udah mulai kumpul bareng temen-temen baru di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN "Veteran" Jawa Timur. Lihat wajah satu-satu senior disana. Serem, sih, hahaa. Tapi dibikin enjoy aja. Ospek selama satu minggu ini dibagi jadi dua, ada ospek fakultas sama ospek jurusan.

Kali ini, aku technical meeting buat ospek fakultas dulu. Dapet kelompok 15 namanya Soedirman dengan senior pendamping Kak Ilham Akbar, mahasiswa hubungan internasional angkatan 2013. Disana, aku kenalan sama temen-temen satu kelompok. Ada Dina Farahy, Izzati, Iis, Maharani, Tito Andrean, Efra, Ivan Derian, Rosalinda, Maulida, Adhisya Yunda, Imam Fauzi, Daniel Heri, Ayu Dinda, Silviana, Septi Wahyuning, Faza, Rizky, Fariz Adam, dan Yustinus. Aku kira kelompok ini bakal terkenal serius, ternyata jauh berbeda ahahaaa. Senior pendampingku juga radak gila sih, hobi dugem, sukanya seru-seruan, dan nggak pernah bisa serius hahahaaa.

Setelah kenalan, kita pun berunding buat masalah tugas, barang bawaan, dan yel-yel. Tugas hari pertama kelompok adalah membuat mading 3D. Kebetulan, aku sama Ayu Dinda anak mading nih, pernah ikutan kompetisi event DetEksi Convention dari Jawapos. Jadi, kita kerjasama saling bantu buat bikin mading ini. Kendala kita banyak banget dan masalah kita juga banyak. Mulai dari kelompok sampai pribadi masing-masing orang. Susah loh, bayangin kita aja 20 orang, menggabungkan 20 kepala itu susahnya minta ampun.

Setelah upacara 17 Agustus 2014 lalu, kita akhirnya kumpul di rumah kak Ilham Akbar di jalan Rungkut Barata. Kita ngerjain mading buat tugas hari Senin. Mading itu udah jadi 25%, 75% sisanya belum. Sampai di rumah kak Ilham, aku sama Septi mulai ngerjain tulisan tentang usulan program kerja BEM FISIP. Setelah dirapatin sama anak-anak, semuanya setuju akhirnya ditulis dan dihias di kertas HVS berwarna. Kita ngerjain tugas ini dari jam 12.00 sampai jam 19.40 malam. Bayangin, hampir ada 8 jam kita ngerjain. Dan itu kita semua belum ngerjain tugas individu kita buat besok. Tugas individu kita itu disuruh buat kliping tentang IPOLEKSOSBUDHANKAM (ilmu politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan) dan itu dipilih salah satu. Sebenernya, aku udah ngerjain. Tapi, karena aku nggak ngerti maksud dan cara ngerjain tugas itu, akhirnya salah deh. Aku harus mengulang dari awal. Karena kita sekelompok nggak sempet ngerjain, akhirnya kita semua sepakat buat nggak ngerjain, senior pendamping kelompokku akhirnya rela buat bertanggung jawab di depan senior lain.

Kata kak Ilham: "Aku ngajarin kalian buat kompak. Kompak itu kunci kita, rek! Kalo satu nggak ngerjain, mending semua nggak usah ngerjain. Satu susah, semua susah. Kalian susah, aku juga ikut susah, rek. Kita mesti kompak."

Sebenernya, kita udah ketauan sama senior pendamping kelompok 16, Kak Louis. Siang itu, kak Louis ke rumah kak Ilham, disaat kita semua lagi ngerjain tugas. Peraturan sebenernya, senior pendamping nggak boleh ikut kerja, bolehnya cuma mengarahkan aja. Tapi, kelompokku beda. Senior pendampingku malah ikutan ngerjain dan bantuin juga. Kak Louis akhirnya nyaranin kita buat saling bungkam semuanya soal ini. Baiknya, kak Louis pun ikut ngasih bantuan saran. Thanks, kakak.

Pas hari H, 18 Agustus 2014, kita ngumpul di minimarket cafe depan kampus buat lanjut benerin yang belum tuntas. Akhirnya, kita semua sekelompok telat ke kampus bareng-bareng. Kita menjaga kekompakan kita gimanapun caranya. Dihukum pun dihukum bareng-bareng. Karena kita terlambat, kita pun dikasih hukuman buat ngerjain makalah tentang society empowerment minimal 10 halaman. Oke, tugas itu pun aku laksanakan. Dan harapanku, nggak ada kerja kelompok hari itu.

Habis makan siang, kita semua balik ke halaman depan fakultas. Panitia nyuruh semua maba yang terlambat buat maju ke depan. Mati aku!! Kita hadapi semuanya dengan berani mau nggak mau. And lucky me, pas mau dihukum, ada panggilan tim paduan suara, PBB, dan yel-yel fakultas. Aku sama Rosalinda ikut tim paduan suara fakultas. Kita sempet bersyukur akhirnya bebas dari hukuman. Kalimat itu juga dilontarkan sama kak Sendy Syahputra, wakil presiden BEM FISIP.

Kita memulai seleksi di hari itu. Yang harusnya kita nyanyiin lagu bebas yang ditugasin sama Mbak Mira, akhirnya berubah. Kita belajar pitch buat seleksi penggolongan vokal sekaligus sama kak Dita, kak Desta, kak Vicko, dan kak Oka. Kita belajar solmisasi dari nada tinggi sampai nada rendah. Pas aku tes, ternyata aku bisa nada tinggi sampai nada fa tinggi, masih bisa sebenernya sampai sol cuma maksain. Kalo nada rendah berhenti di mi dan nggak bisa lanjut lagi. At least, aku akhirnya terpilih masuk di suara sopran (suara utama). Yeeaayyy!!

Pas pulang ospek, aku nyusulin mama di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP). Di jalan ketemu mahasiswa teknik sipil angkatan 2012. Lupa juga, sih. Sekilas nih. Dia ini anggota Gita Widya Giri (paduan suara universitas) terus dia juga punya tim paduan suara sendiri. Kelompok vokalnya bass. Pas ketemu, langsung ditanyain, "Dek, dek! Kamu anaknya bu Novie kan?". Pas aku tanya, kok dia tau? Aku lupa, ternyata aku pernah ngobrol sama dia di FTSP sama Mbak Asoka ngobrolin tentang paduan suara dan akhirnya meleset kemana-mana hahahaa. Ternyata dia nyuruh aku ikut tim paduan suara FISIP, dan dia juga ikutan membimbing disitu hahahaaa.

Malam harinya, aku nggak ikut ngerjain tugas kelompok soalnya nggak tau kenapa pas selesai latihan padus, badan aku jadi nggak enak. Kayak meriang gitu terus perut aku sakit. Kayaknya aku kena dehidrasi saking capek dan stress mikirin ospek. Ternyata hasilnya bener. Di rumah aku ngerjain tugas makalah tentang Soedirman. Dan akhirnya selesai. Mau aku print besok pagi dan aku lanjut ngerjain tugas telat. Gila dapet titipan banyak banget dari Tito, Izzati, Efra, Rizky, Yustinus, sama Rani. Alhasil, aku buat copas. Soalnya aku juga nggak ada waktu buat ngerjain tugas 6 orang anak lagi. Aku bilang sama Tito kalo aku bikin beda semuanya aku nggak sanggup. Sama Tito disuruh samain aja satu kelompok. Yaudah, aku bikin sama. Awalnya cuma 5 sih, kecuali Rani. Rani bilangnya terakhir-terakhir, mepet pula. Yaudahlah, pasrah aja. Dibuat enteng.

Pas paginya, aku kena sial. Font size tugas makalahku berubah total. Nggak tau apa yang buat berubah. Dan kalo dibenerin harus ngubah dari awal. Bayangin, waktunya juga nggak bakalan cukup. Akhirnya, aku putusin aku nggak ngumpulin makalah itu tapi ngerjain tugas hukuman yang terlambat kemarin. Belum sempet dijepret pula. Disaat temen-temenku yang lain ngumpulin tugas makalah, aku doang yang nggak ngerjain hahaa (jangan ditiru ya, adek-adek). Pas kena tugas hukuman, kelompokku ketauan copas dan halamannya dibolak-balik. Alhasil, satu kelompok dihukum LAGI.

Aku bingung gitu, mau ngaku apa sama panitia. Aku mau ngaku, takut ditawur aja sama anak-anak. Ntar jadi serba salah. Alhasil, aku ngakuin kalo aku yang ngerjain tugas itu buat anak-anak. Habis mau jawab apa lagi coba. Aku juga nggak punya pilihan jawaban lain selain bilang aku yang ngerjain dan anak-anak ini nitip. Untung anak-anak bisa terima keputusanku kenapa aku lakuin itu. Soalnya, kita semua disini juga sama-sama capek. Dan gara-gara tugas itu, aku jadi nggak bisa ngerjakan tugas makalah. Kalo makalahku nitip, ntar pasti ketauan juga.

Pas dihukum, keadaanku udah mulai nggak fit banget. Kepala pusing, badan panas, merinding semua. Pas pemateri, rasanya kepala berat banget. Tapi aku masih kuat, sih. Pas panggilan paduan suara, ketauan deh sama Mas Galuh kalo aku pucat banget hari itu, dan mama bilang kalo aku lagi sakit emang. Huaaaaaa...... 

Habis makan siang, langsung dijemput mama dibawa ke poliklinik buat ambil obat. Pas perjalanan mau ke poliklinik, aku ditemuin sama Bapak Wadek I, Pak Lukman, terus ada Kaprodi Ilmu Komunikasi, Pak Juwito, dan Sesprodi Ilmu Komunikasi, Pak Udin. Karena udah ketemu, jadi ketauan deh saya anaknya Bu Novie hahahaa. Pas ke poliklinik ketauan hasilnya. Ternyata kecapekan dan stress. Dugaan saya pun benar. Sebelum balik latihan, aku sempet minum obat dulu buat ngilangin sakitnya. Dan aku nggak tau efek obatnya bikin ngantuk banget. Jadi nggak konsen latihan.

Sorenya, ternyata ada kerja kelompok bikin miniatur. Aku nggak bisa ikutin lagi ngerjainnya gara-gara lagi drop. Aku ijin buat nggak ikut dan dapet tugas bawa kresek 40 buah. Untung aku beli 1 pack kemarin. Jadi udah siap. Dan tugas hari Rabu, aku ngerjakan semuanya. Yeeaayy!!

Pas hari Rabu, waktu ospek jurusan. Aku ada di kelompok 13 dengan nama kelompok Parkinson, penemu GPS. Kena hukuman lagi gara-gara satu kelompok terlambat dan ID card diambil. Sempet kena konflik sama panitia, gara-garanya kelompokku dateng barengan tapi gak semua anak ID cardnya diambil. Ya, aku pasrah aja. Habis mau ngapain lagi. Toh, peraturan kedua panitia selalu dianggap BENAR. Kesel kan?

Pas menjalani hukuman, aku sedikit terbebaskan gara-gara kak Dita tau kalo aku lagi nggak enak badan hari itu. Jadi, aku nggak ikut berdiri lama-lama dan disuruh mundur buat istirahat. Dan disitu aku ketemu sama kak Rani dari divisi kesehatan. Dikasih satu roti sama disuruh minum obat biar nggak sakit lagi. Eh, nggak taunya ketemu kak Angga dari divisi kesehatan haha.
Pas latihan paduan suara siangnya, kita tetep dikencengin lagi latihannya. Kita bawain dua lagu, yaitu Mars UPN dan Mars Bela Negara. Lagunya gampang, sih. Cuma teknik bernyanyinya yang susah. Dan harus bener-bener konsen sama masing-masing suara. Dan hari itu, yang rencana mau buat koreografi, akhirnya gagal. Koreografi baru dibuat keesokan harinya.

Hari Kamis, pun ospek hari terakhir di jurusan. Bener-bener abis tapi nyenengin. Soalnya bakalan ada road campus. Pas road campus nanti ada 8 pos, dan ada 3 pos utama diantaranya, yaitu pos kekompakan, kedisiplinan, dan kepemimpinan. Selama road campus kita harus menyanyikan yel-yel kelompok kita.

Ini yel-yel kelompok Getting & Brad Parkinson:
Para senior kakak cewek kakak cowok
Semua yang ada disini
Ada yang bilang kalian seram
Bagai hantu di kuburan
Sukanya marah-marahan
Dari itu GPS goyang
Agar semuanya senang
Bagi yang kurang berkenan melihat kami bergoyang
Jangan marah, maafkanlah

Hahahaa radak nyindir panitia yah yel-yelnya. Tapi aku nggak ikutan bikin, kok. Aku cuma ikutan nyuarain yel-yelnya. Gara-gara yel-yel ini kita goyang nggak karuan dan hasilnya bisa buat ketawa panitia hahahahaa. Yess berhasil!!

Kena pos 1, kita dikasih games nih. Jadi, ada taplak meja dimana itu dibuka lebar secara rapat dan ditengah ditaruh gelas berisi air. Kita harus bawa gelas itu sampai ke finish. Waktunya cuma 3 menit. Oia, kelompok Parkinson ini ada: Maharani, Rosalinda, Dina Farahy, Fetty Mey, Ekty, Iis, Akbar Dika, Amar, Bobby, Rahmat Wahyu, Sofyan, Armey, dan Gemilang. Senior pendamping kelompok kita adalah si kakak cantik, kak Sevi. 

Games di pos 1 kita gagal, karena waktunya habis. Kita mau lanjut ke pos 2. Tapi sebelumnya, kak Kahfi nitipin sebuah amanah ke aku. Dia nyuruh aku buat ngasih karung ke kak Retha (kak Margaretha). Katanya, kak Retha disuruh pakai karung itu gimanapun caranya. Tapi nggak boleh bilang kalo karung itu dari dia. Waduh, gimana nih.

Sampai pos 2, kita ketemu kak Nia dan kawan-kawan. Beuuuh, disini kita mempertanggungjawabkan makalah yang udah kita buat di hari pertama ospek jurusan. Tentang GPS. Mati deh!! Sialnya lagi, kak Retha nggak ada di pos 2. Kata kak Nia, kak Retha ada di pos 3. Aku jadi keinget sama kata-katanya kak Sevi, kalo di pos 3 kita bakalan ada pressing, dimana kita nanti bakal dihabisin disana mental kita. Aku berusaha tenang walaupun sebenernya dalam hati aku deg-degan dan penasaran banget ada apa sih di pos 3. 

Bodohnya kita, kita satu kelompok nggak bawa minum. Untung di jalan ketemu sama kak Rani dan kak Angga yang bawain minum buat kita. Hahahaa, thanks kakak cantik dan ganteng. Sampai pos 3, aku sempet lihat kejadian kelompok 14 yang di pressing disana. Ya ampun, dimarahin habis-habisan disana. Pos 3 adalah pos kepemimpinan. Dan disana ada kak Dita dan kak Retha.

Amanahku tersampaikan tapi kak Retha nggak mau pakai karung itu, soalnya aku nggak ngasih tau siapa yang nyuruh pakai karung itu. Di pos 3, kelompok 13 habis. Amar, sebagai ketua, ternyata udah membuat kesalahan. Amar nggak bawa ID card, dan dia dipasangin koran dengan tulisan "Saya orang ganteng, tapi nggak bawa ID card". Sakit kan?? Amar sebagai ketua pun habis dimarahin sama kakak-kakak senior. Sebelum lanjut ke pos berikutnya, kita disuruh nyuarain yel-yel kita dengan gaya alay di foto ID card kita. Aduuuh, kebayang gimana malunya.

Setelah lewat pos 3, aku mulai lega dan plong. Lepas pos 3, kita masuk ke pos UPN Televisi. Disini kita lepas semua ketegangan yang ada di pos-pos sebelumnya. Disini kita seneng-seneng dan belajar gimana sih cara memproduksi sebuah program televisi. Terus kita juga diajarin gimana caranya jadi presenter sama news anchor yang baik. Pokoknya nyenenginlah. Dan di pos ini, aku ketemu sama kakak kelasku di SMA. Hahaaa, aku lupa namanya. Pokoknya aku tau dia dan dia juga tau aku hahahaa.

Lepas pos UPN Televisi, kita beralih ke pos 107,4 AK UPN Radio. Disini kita diajarin cara mengoperasikan radio sampai jadi radio announcer. Dan ada bagan-bagannya dari divisi radio sendiri. Ada kak Luthfi Dwi Cahya, si fotografer ganteng dari komunikasi yang katanya Afgan-nya Komunikasi, hahaa. Tugas hari kedua kan disuruh buat surat. Surat pertama tentang kesan dan pesan selama ospek, surat kedua buat surat pribadi ke panitia cowok. Akhirnya aku buat surat pribadi ke panitia cowok dan aku tujuin ke kak Luthfi. Hahahaa, tapi surat itu nggak akan pernah tersampaikan sampai kapanpun hahaa.

Di pos berikutnya kita lewat ke pos Kinne Film dan Expose Fotografi. Disana kita bisa lihat cara pembuatan film dan hasil karya film dan foto-foto dari temen-temen di ilmu komunikasi. Sebenernya, kita di semester 1 boleh ambil lebih dari 1 media untuk penunjang mata kuliah. Tapi, masuk semester 2 kita harus memilih salah satu agar bisa me-manage waktu kita juga.

Setelah dari pos film dan fotografi, kita beralih ke pos Advertising yang berada di lantai 3 (dekat ruang auditorium FISIP). Disana kita bisa tau hasil karya yang dihasilkan sama senior kita mulai dari buat poster sampai buat iklan layanan masyarakat. Dan di tahun 2012, mereka sempat membuat undangan dengan desain 3D. Semacam pop book. Hasil undangan yang mereka buat pun akhirnya mendapat pujian dari rektor dengan hasil karya undangan mereka.

Setelah road campus, kita beristirahat dengan makan siang sambil menyaksikan penampilan drama dari kelompok-kelompok ospek jurusan. Oia, di FISIP aku banyak ketemu sama temen-temen aku. Temen TK malah hahaha. Namanya Ramadhan Setyoso Samsuatmodjo. Aku biasa panggil dia Tiyok. Wajahnya dia sampai sekarang tuh nggak pernah berubah, gitu-gitu aja. Dan wajahnya dia ini mirip banget sama mamanya. Yang paling aku inget dari Tiyok, dulu waktu TK, Tiyok itu sempet nggak mau sekolah sampai nangis-nangis dan mamanya disuruh ikut nemenin dia ke sekolah, hahahaa. Tiyok jaman kecil. Sekarang Tiyok ambil di Administrasi Negara. Ada lagi namanya Vieno Dio Larenza, temen aku jaman SD sama Tiyok juga sampai SMP. Wajahnya juga nggak berubah sampai sekarang. Dia sekarang ada di Administrasi Bisnis. Satu lagi ada namanya Tommy Arianto, temenku SD dulu. Sekarang dia berubah banget dan satu tim paduan suara fakultas sama aku, dulu dia kecil sekarang tinggi hahahaa. Di paduan suara dia kena vokal bass. Dan sekarang dia masuk di Administrasi Bisnis.

Habis makan siang, aku memenuhi panggilan tim paduan suara di gedung fakultas pertanian. Sempet disuruh nemuin kak Adit. Tapi, aku nggak berani soalnya kak Adit lagi sama anak-anak PBB. Masalahnya aku nggak kenal sama anak-anak PBB, jadi agak sungkan. Setelah tanya sana-sini akhirnya ketemu deh sama temen-temen paduan suara.
Sampai ruang paduan suara, langsung curhat habis-habisan sama Rosalinda, karena ada masalah di kelompok jurusan sama fakultas. Sempet bikin aku radak geregetan, sih. Untung yang bikin masalah cewek, kalo cowok habis dia sama aku. Aku tuh simple sih sebenernya. Kalo kata temen-temen, aku orangnya sabar. Emang aku susah buat marah orangnya. Tapi, kalo orang itu udah keterlaluan banget sama aku, aku juga bisa marah. Sebenernya nggak perlu marah juga, dan nggak usah ngomong di belakang. Sharing aja kalo emang ada masalah. Sama-sama ditegur kalo misal dia salah. Ngapain ngomong di belakang tapi nggak ada tindakan dari kita. Masalahnya di kelompokku ini, ada satu anak yang susah diatur tapi dia ngatur-ngatur. Nggak fair kan? Aku sama Rosalinda pengen ambil tindakan buat negur dia, soalnya kalo dalam jangka lama kasian dia ntar nggak ada temennya. Iya kalo kuliah D1 yang cuma 1 tahun. Kita S1 loh, bayangin, mau 4 tahun kuliah dengan keadaan kayak gitu? Nggak kan?

Latihan paduan suara kali ini kita belajar koreografi buat lagu Mars UPN sama Mars Bela Negara. Kelemahan tim paduan suaraku itu adalah tempo, power, sama notasi. Kita selalu salah di tiga itu. Akhirnya kita belajar dan latihan terus sampai adzan maghrib menjelang ditemenin sama kak Dita, kak Dewangga, dan kak Adit. Kita latihan sampai maghrib sampai latihan kita semua bener soalnya H-1. Dirjen tim paduan suara FISIP, Stefanus Ari, akhirnya kelelahan. Dia bilang capek dan takut nggak bisa tidur pas malamnya. Karena latihan kita masih 60% selesai, latihan kita lanjut besok pagi jam 5 pagi. Kalo terlambat traktir nasi padang murah depan kampus hahahaa.

Hari H, aku datang mepet banget setengah 6, untung baru mulai dan dapet dispensasi khusus dari kak Dita, kak Mira, sama Mas Galuh hahahaa. Kita latihan sampai acara akan diselenggarakan. Kita latihan di monumen Garuda FISIP barengan sama temen-temen yel-yel di belakangnya. Hari itu kita latihan maksimal banget. Suara kita sampai ada yang hilang. Suara Claudia dari alto udah hilang duluan. Dilanjut si Umar dari suara tenor. Suaraku udah mulai agak serak, tapi aku bisa tahan sama suaraku. Dan kita sempet dimarahi gara-gara kita buat kesalahan sama, yaitu masalah tempo dan power. Kak Mira sampai sedih lihat kita acak-acakan dan kak Dita juga udah marah duluan. Akhirnya, kita dipegang kak Desta, kak Vicko, sama kak Adit.

Sampai masuk adzan sholat Jumat kita berhenti latihan. Anak-anak cowok pada berangkat sholat Jumat, kita yang cewek-cewek pun mulai bersiap-siap. Tau sendiri anak cewek kalo dandan lama banget. Aku ganti dan dandan di rektorat bareng Rosalinda dan Nadia. Soalnya aku sama Nadia mau ambil jas almamater sekalian buat pengukuhan hari Sabtu. Habis dandan, kita balik ke FISIP dengan wajah polesan make up. Jujur, radak gak pede awalnya. Tapi kelamaan aku bisa nyaman sama penampilanku yang ini. Soalnya aku nggak pernah pakai make up kalo kemana-mana. Paling cuma pakai bedak foundation aja biar kelihatan fresh. Kayak eye shadow, eye liner, maskara, blush on, dan lip gloss aku nggak pernah pakai kecuali kalo ada acara resmi hehehee.

Jam setengah 1, semuanya kumpul lagi di FISIP. Sambil nungguin anak-anak cowok prepare, kak Rafiq langsung ambil undian di giriloka dan cewek-cewek sebagian masih ada yang prepare dan sebagian lagi review lagu-lagu yang bakal dibawain. FISIP dapet urutan terakhir, nomor 6. Kak Adit bagian check semua aktivitas kita. Jam 12.55, kita berangkat bareng-bareng menuju GSG Giriloka. Aku sempet lihat beberapa persiapan dari tim fakultas lain. Dan sempet lihat timnya Mas Galuh dari paduan suara FTSP. Kita kumpul di kebun belakang lapangan tennis. Kita latihan disana buat mempersiapkan sejauh mana kita siap. Kak Dita, kak Adit, kak Desta, kak Oka, dan kak Vicko udah optimis kalo kita bakalan menang. Kak Rafiq selalu nge-check kegiatan kita selama di kebun belakang lapangan tennis. Dia ngingetin buat hemat suara biar suara kita nggak hilang.

Sekitar jam 15.20, kita jalan masuk GSG Giriloka. Kita prepare buat naik ke atas stage. Sebelumnya, kak Adit nyuruh kita semua buat mengamankan barang-barang berharga kita, seperti handphone sama dompet. Sebelum, naik stage seperti biasa, kita berdoa dan menyuarakan tagline kita. FISIP, SATU VISI SATU MISI, JUARA!!!! Kak Dita selalu ngingetin ke kita, kalo naik panggung semua harus on dan wajah harus senyum apapun kendalanya. Nggak lupa kita foto-foto dulu sebelum tampil.

Di backstage, kita udah dapet banyak dukungan dari kakak-kakak tim paduan suara GWG. Mereka optimis kita menang. Aku sempet deg-degan dan bingung mau gimana. Apalagi pas Mas Galuh bilang kalo mama nonton di pinggir panggung sama bu dekan FTSP, bude Naniek. Ya ampun, kebayang deg-degannya gimana. Akhirnya, aku mulai menata mood-ku biar lebih rileks lagi. Pas, naik stage, aku berusaha tenang, berdoa, dan tetap senyum. Selalu inget kata-kata kak Dita, kalo grogi lihat audience, lihat dirjennya. Akhirnya aku lihat Stefanus terus senyumnya ke dia, pas nyanyi terus lihat permainan tempo tangannya dia biar nyanyiku sama yang lain bener.

Selesai tampil, kita turun dengan wajah yang masih deg-degan banget. Di pinggir backstage, kakak senior udah baris nyalamin kita satu persatu dan bilang penampilan kita bagus. Dan mereka optimis kita bakal pertahankan juara 1 kayak tahun lalu. Setelah paduan suara, ada perform dari yel-yel FISIP. Sambil lihat perform mereka, aku lihat ada mama sama bude Naniek dan nyalamin kita satu-satu. Yeaayy!! Semoga kita menang.

Setelah perform, aku sama yang lain  langsung naik ke tribun dan gabung bareng temen-temen FISIP lainnya.  Dan pas aku naik, acara udah mau selesai. Kita nungguin pengumuman pemenang lomba PBB, paduan suara, dan yel-yel.

Lomba PBB, FISIP mendapatkan juara 3. Di paduan suara, FISIP berhasil mempertahankan juara bertahan di juara 1 dan FTSP mendapatkan juara 2. Di lomba yel-yel, FTSP menjadi juara bertahan di universitas, yaitu juara 1. Tapi, FISIP gagal di lomba yel-yel. Kak Mira, kak Dita, kak Oka, kak Desta, dan Mas Galuh langsung senang begitu tau kalo FISIP berhasil juara 1. Mereka nggak sia-sia ngajarin kita dari pagi sampai malam. Sampai dimarahin pula. Akhirnya, dapat juara, yeeaayyy!!

Sipp, ini ceritaku tentang pengalaman ospek selama seminggu. Dan hari Senin mulai ngerjain tugas proposal Program Kegiatan Mahasiswa hahahaa, see yaa :)

HAPPY BIRTHDAY MY FRIENDS.... :D

0 komentar



            HBD ya, happy birthday, met ultah!!!
            Itulah beberapa ucapan yang sering aku dengar di telingaku ketika teman-temanku berulang tahun. Namun ada saja ulah teman-teman yang lain untuk berbuat usil kepada si “korban” ulang tahun. Termasuk itu tradisi kelasku. Siapa yang ulang tahun pasti pulang sekolah kena sial. Entah disiram pake air bening kamar mandi sekolah, air bening buat minum, kopi, tepung, dan macam-macam. Dan kejadian itu kejadian sama geng abu-abu koplak di X-6, kelasku hehehe.
            Kami 6 orang dan udah seperti saudara saling mengerti satu sama lain. Ada aku, Elsa, Ayu, Manggar, Dio, dan Afrian. Tanggal ulang tahun pun hafal satu sama lain. Manggar 1 Nopember, Afrian 9 April, Ayu 4 Mei, Dio 6 Juni, Elsa 7 Juni, dan aku 11 Agustus.
            Waktu ulang tahun Manggar belum terlaksanakan soalnya belum akrab hehehe. Waktu ulang Afrian itu udah direncanain. Tapi gagal, gara-gara ada insiden buruk di kelas yang menimpa Ayu dan Manggar. Afrian cukup lega karena itu nggak terealisasikan hehehe. Di ulang tahun Ayu itu pun terwujud.
            Waktu itu kebetulan aku emang lagi nggak enak badan. Agak sakit sih. Tapi aku coba ngikutin skenario yang udah dibuat sama Manggar. Manggar sama Sonnya ngumpulin 7 botol air minum kosong yang nanti bakalan diisi sama air kamar mandi. Karena diguyurnya pas pulang sekolah rencana masih bisa disusun.
            Karena kelas X-6 waktu dipindah ke ruang kelas SMP IPIEMS, jadi kita ngatur ulang rencana buat ngerjain si Ayu. Botol-botol yang dipake udah keisi semua. Bel pulang sekolah berbunyi, Manggar bilang ke Ayu kalo Ayu nunggu di sekolah dulu soalnya Manggar mau nganterin Sonnya pulang dulu. Kebetulan rumahnya nggak jauh dari sekolah. Itu cuma dibuat umpan. Aku sama Elsa berusaha ngajak Ayu ngobrol biar nggak ketauan. Sonnya sama Manggar harus cepet-cepet lari ke depan buat nyebarin botol ke Tika dan Febrina temen-temen Ayu di kelas X-9.
            Aku sebenernya pengen ketawa tapi aku nahan biar nggak ketauan. Akhirnya, Manggar sama Sonnya jalan di belakangku. Terus aku sama Elsa ngelepas Ayu. Ayu jalan di depanku. Manggar sama Sonnya ambil alih posisi ke depanku terus nyiram Ayu diikutin sama Tika dan Febrina hahahaha.
            Seketika Ayu langsung basah kuyup. Mengingat besok hari Sabtu seragam batik masih harus digunakan. Belum selesai dari itu, diujung jalan Afrian siap dengan botolnya dan menyiram Ayu hahahaha. Kasian banget ya Ayu disiram tapi pokoknya dari itu kita cuma seneng-seneng aja. Karena kebiasaan kita yang usil jadi suka ngusilin temen-temen yang lagi ultah deh hehehe.
            Lanjut tanggal 6 Juni 2012 adalah hari jadi bagi Dio yang ke 16 tahun. Temen-temen udah ngerancain buat nyiram Dio. Tapi gagal, Dio tau rencananya hehehe. Sampe-sampe buat ngehindarin itu Dio ikut kelas bahasa Inggris bareng bule di kelas X-3 hehehe. Gaya banget Dio. Tapi itu nggak kesampaian karena Dio udah panik dan langsung memilih untuk pulang duluan.
            Tanggal 7 Juni si bijak Elsa ulang tahun nih. Nggak ada perayaan khusus dan rencana macam-macam. Rencana dibuat hanya dalam waktu 10 menit hehehe. Elsa banyak lengahnya jadi gampang buat ngatur. Pagi-pagi jam 7, aku dan Manggar udah bikin skenario kejadiannya. 4 botol siap diisi. Setelah classmeeting basket X-6 melawan XI IPA 1, anak-anak X-6 langsung pada balik ke kelas buat sharing dan ngobrol-ngobrol.
            Tapi sayang di hari jadinya Elsa, Dio nggak masuk sekolah. Kayaknya dia parno mau disiram hari ini hehehe. Afrian sendiri juga harus buru-buru pulang soalnya ayahnya mau keluar kota. Jadi pelakunya cuma tinggal 3 orang.
            Waktu Elsa ke depan sama Afrian, Manggar ini kebelet pipis. Akhirnya Ayu nganterin Manggar. Awalnya si Manggar ngasihin 2 botol kosong ke aku. Biar aku ntar ngisi. Terus aku bilang, kalo dia kan mau ke toilet sekalian aja botolnya diisi semua. Ayu langsung turun bawa tasnya dan 4 botol itu tadi. Aku ngejagain barang-barang mereka di kelas sambil sharing sama Devi, Sonnya, dan Dion.
            Elsa balik sendirian tanpa Afrian soalnya Afrian pulang. Sempet nanyain sih Manggar sama Ayu kemana. Ya aku bilang aja mereka ke kamar mandi. Terus nggak lama Manggar sama Ayu masuk. Disitu kita cerita-cerita masihan sampe jam 10 pagi. Elsa ngajakin kebawah soalnya mau lihat futsal XI IPA 3. Aku juga mau lihat sih hehehe.
            Akhirnya pas di jalan mau turun ke lapangan, aku SMS Manggar bilang nanti nyusul ke lapangan aku sama Elsa nonton futsal XI IPA 3. Selesai nonton, kita berempat pulang. Rencana ditata. Kami berempat jalan menuju parkiran sepeda motor. Di tengah jalan, Manggar mengambil botol-botol di dalam tas Ayu. Bayangin Ayu keberatan bawa tasnya hehehe.
            Pas mau belok ke parkiran, akhirnya BYUURRRR!!! Elsa pun diguyur oleh Manggar dan Ayu. Berhasil aku mengalihkan pandangan Elsa ke belakang. Soalnya Ayu sama Manggar di belakang ribut mulu, ketawa-ketawa ngakak hahahahaha. Nggak sampe situ udah deket parkiran, giliranku mengguyur Elsa. Hahahaha...
            Bayangin Elsa langsung basah kuyup. Untung rambutnya nggak seberapa basah soalnya rambutnya keriting jadi bisa ketahan. Kalo Ayu kemarin kayak kehujanan hahaha. Selesai Elsa mengeringkan semuanya, Manggar sama Ayu minta ditraktir. Ehm... Hahahaha.
            Akhirnya sebelum pulang, kami singgah di restoran Quick Chicken yang berlokasi di daerah Dharmahusada. Manggar pengen makan disini langsung. Tapi Elsa malu soalnya basah kuyup. Kebayang dong ntar ditanyain orang, ni anak kehujanan dimana basah semua hehehe.
            Akhirnya nasi ayam pun dibawa pulang. Karena aku dibonceng Elsa kebayang celana olahragaku jadi ikutan basah kena tasnya si Elsa, hehehe. Tapi penderitaan Elsa nggak sampe disitu. Hari Jumat, 8 Juni 2012 tepatnya, Elsa dapet kejutan dari geng Joker. Itu tuh gengnya anak-anak XI IPA 3 yang ada kak Ony, kak Sugih, kak Rully, kak Adi, kak Khaisar, kak Angga, dan kak Adit.
            Ceritanya aku sama Elsa lagi pengen sharing di kelas X-2. Masalah sekolah sih. Akhirnya buat nyari kejelasan aku tanya kak Angga. Aku nyuruh dia ke kelas X-2 barengan sama kak Ony dan kak Sugih. Kita sharing soal nilai sekolah, persyaratan kenaikan kelas, dan semua deh.
            Terus ngebahas soal ultahnya Elsa, kak Angga, kak Sugih, sama kak Ony punya ide jahil lagi. Elsa kan lagi ngeluarin handphonenya, terus kak Angga kayak ngasih aba-aba ke aku lewat HP nya Elsa. Akhirnya kak Angga ngambil hapenya Elsa terus dipinjem. Cuma mau dilihat-lihat abis itu dibawa keluar sama kak Sugih. Tinggal aku, Elsa, sama kak Ony. Ehm... Kira-kira kak Angga dkk mau bikin kejahilan apa ya?? Hehehe....
            Nggak lama, kak Angga manggil aku. Dia nanya-nanya Elsa bawa barang berharga apa aja. Terus aku jawab nggak ada cuma handphone. Ada kunci motornya dia. Terus kak Sugih nanya “temenmu tak siram gak papa ya?”. Aku bingung, duh basah lagi si Elsa. Yaudah aku pasrah. Elsa kena umpan sama kak Ony.
            Buat umpan kedua, kak Angga sama kak Sugih manggil kak Nia anak XI IPA 3 juga. Kak Nia dijadiin umpan. Sempet salah orang sih. Dikiranya aku yang mau disiram. Kak Nia nanya-nanya “kamu pacaran sama Angga?” aku kan kaget. Dipanggil ditanyain kayak begitu. Aku jawab “ha? Enggak kak. Temenan aja sama kak Angga”. Terus kak Nia tanya yang mau disiram aku apa bukan. Ternyata bukan. Aku bilang “Elsa kak yang ultah”. Terus Elsa dipanggil sama kak Nia.
            Elsa keluar kelas. Sempet parno si Elsa. Kak Nia nanya-nanyain Elsa. Aku coba ngalihin pandangannya Elsa supaya bisa ke Kak Nia. Gagal, Elsa tau kak Sugih bawa gayung isinya air. Tapi nggak bisa, Elsa udah terlanjur kena siram. Dari arah barat muncul kak Rully yang tau-tau ikut gabung juga hahahaha.
            Tiga kali kena siram. Abis kak Sugih nyiram 2 kali, kak Rully bagian nyiram Elsa buat ketiga kalinya hahahaha. Kasian si Elsa mukanya langsung cemberut ngambek soalnya basah. Kurang ajarnya kak Rully, abis ngeguyur Elsa, gayungnya dikasihin ke aku, terus aku yang disalahin jadi biang keroknya. Yaaaahhh aku lagi, kena lagi. Kalo katanya Ayu “kenek maneh” hahahaha :D
            Elsa kasian banget. Dia bingung, kemarin udah basah keramas, jaket ganti eehhh basah lagi sekarang hahahaha. Akhirnya jaketku yang dipake dia soalnya jaketnya basah kuyup udahan ya aku pinjemin jaket hehehe. Yang penting hari ini dan kemarin HBD Elsaaaaaa.... :D

ABOUT ME....

0 komentar


GUE ITU...
Susah buat deskripsikannya. Karena yang menilai diri aku itu orang lain. Sedangkan aku, inilah aku. Kalo buat yang belum kenal, mungkin di mata mereka aku ini anaknya diem (applause banyak hehehe), terus rajin, pinter, gak aneh-aneh, feminin, dan macem-macem deh yang ada di pikiran temen-temen aku kebanyakan. Tapi kalo buat yang udah kenal deket banget sama aku, aku lebih setuju sama mereka. Aku emang dari luar suka diem, terus rajin, tugas selesai, belajar, dan segala macem deh. Aslinya??? Bedaaaaa banget hahaha.
Aku justru orangnya nggak pernah bisa diem. Ada aja kelakuannya. Yang ngejahilin sana, ngusilin sini. Karena aku orangnya suka becanda. Suka seru-seruan sama temen. Dan kalo dibilang feminin, aku enggak hehehe. Kalo pergi kemana gitu, aku lebih milih pake jeans ketimbang harus pake rok yang belibet. Karena aku orangnya simple dan gak aneh-aneh. Natural lah. Karena aku nggak bisa diem itulah, aku suka males kalo disuruh pake rok. Soalnya aku pasti banyak tingkah. Sedangkan pake rok itu nggak bisa bebas. Untung rok sekolah panjang hahaha, jadi bisa bebas!!!
Satu lagi, kalo belum kenal aku, mukaku rada sedikit cuek dan judes. Soalnya belum kenal hehehe. Kalo cuek mah sifat turunan hahaha. Jadi orang kadang sampe takut mau kenal aku. Tampangku katanya rada judes, tapi menurutku enggak tuh (menurut gue hehehe, menurut loe?). Hehehe, jadi nih ya ada pepatah bilang don’t judge a book by it’s cover. Jangan lihat dari sampulnya aja. Karena loe sendiri belum tau gimana orang itu sebenernya oke hehehe...

SOAL KELUARGA...
            Aku lahir bukan dari keluarga yang berada. Aku lahir di tengah-tengah keluarga kecil tapi membahagiakan. Aku bukan dari keluarga pengusaha kaya. Papaku seorang karyawan swasta di perusahaan kontraktor. Kerjanya di bagian manager sama desain. Aku bangga punya ayah seperti Beliau. Kenapa? Ya walaupun pekerjaannya menempuh waktu semalaman hingga berhari-hari, beliau nggak pernah lelah. Kerja dari pagi pulang malem. Kalo udah lembur dari pagi sampe pagi lagi. Ditinggal keluar kota? Udah biasa. Karena dari aku lahir sendiri, aku udah sering ditinggal. Komunikasi cuma lewat telepon. Kangen? Pasti. Namanya juga anak sama ayahnya, ya nggak?
            Mamaku, seorang dosen di Universitas swasta Surabaya. Menurutku beliau adalah ibu yang hebat. Bekerja dari pagi sampai sore. Belum lagi pekerjaan beliau sebagai ibu rumah tangga yang seharusnya beliau jalani. Pagi-pagi buta sebelum Shubuh, mama udah bangun. Nyiapin ini itu buat keluarga. Sampe rumah sore, udah istirahat bentar terus sibuk ngurus rumah lagi. Malem mesti ngajarin aku sama adik semata wayangku belajar. Ya begitulah aktivitas mamaku setiap harinya.
            Sejak kecil, aku memang nggak pernah yang namanya lepas dari mama. Waktu kecil, tiap kali ditinggal mama, malem2 suka nangis. Kangen. Jujur deh, kangennya kita ke bunda tuh lebih besar daripada kangen kita ke pacar. Dan kasih sayang bunda itu lebih besar daripada kasih sayang pacar. Kasih sayang bunda sepanjang masa, selamanya. Sedangkan kasih sayang pacar cuma sesaat, ya nggak?
            Kalo dibilang manja, nggak juga sih. Kalo di lingkungan keluarga aku anaknya manja. Tapi kalo udah berbaur sama masyarakat luas aku sebisa mungkin mandiri. Apa yang mungkin bisa aku lakukan, ya aku lakukan itu selama aku bisa. Tetapi kalo udah nggak bisa, yaudah mau gimana lagi, ya kan? Kalo nggak bisa, berhenti disitu.

SEKOLAH...
            Dari kecil sampe sekarang, aku sekolah lancar-lancar aja nggak ada hambatan. Waktu TK, sekolah masih diatur ortu. SD juga. Semua serah orang tua. Aku sih tinggal sekolah. Kalo nggak belajar dimarahi, soalnya kebanyakan main terus. Yah, namanya anak kecil, ya nggak?
            Beranjak SMP, udah dikit-dikit dilepas. Tapi masih nggak diijinin keluar kemana-mana sendiri, ortu harus ada. Tapi tanggung jawab udah diserahin penuh ke aku. Biaya masih ikut orang tua. Tapi masalah sekolah, aku tanggung sendiri. Mau ujian nggak ujian, ada tugas nggak ada tugas, belajar nggak belajar, urusanku. Yang sekolah aku dan yang ngerasain hasilnya pun aku bukan orang lain.
            Tapi kebiasaan SD yang tiap hari belajar udah hilang kena pengaruh lingkungan. Jadi kalo belajar pas ujian sama kalo ada tugas doang. Nggak ada ujian? Nggak ada tugas?? Internetan, nonton tv, bawaannya nggak di rumah mulu. Pasti pengen keluar.
               Baru dikasih ijin keluar sama temen, waktu aku kelas 2 SMP. Bayangin deh?? Waktu itu seneng banget. Apa yang kita mau, bisa kita dapetin. Puas deh pokoknya. Tapi perginya cuma berdua sama sahabat dari kelas 1 SMP. Ya hobi kita sama suka belanja, hahaha. Tapi masih tahap wajar.
                Masuk kelas 3 SMP, udah mulai punya idola sendiri-sendiri. Dimana pun ada idola kita pasti dicari. Sampe dalam seminggu ada 6-7 majalah ngebahas idola kita pasti di borong deh. Sampe kios koran sama majalah deket sekolah hafal sama muka-muka kita hahahahaha :D
                Kelulusan?? Bisa dibilang gagal. Tapi gagal adalah kunci kesuksesan. Aku percaya itu. Nggak bisa masuk SMA negeri, nilai rendah. Sebenernya nilaiku nggak jelek-jelek amat sih. Masih 8 kok rata2nya. Yah mungkin belum rejeki. Mulai bingung soalnya status sekolah belum ada. Mau masuk SMA Trimurti, kejauhan. Rumah pojok, sekolah ujung. Sejam tuh. SMA Muhammadiyah 2 sama SMA Khadijah, aku nggak bisa bahasa Arab. Di IPIEMS?? Aku percaya ortu aja.
                Jadilah aku masuk SMA IPIEMS. Disana aku kenal sama guru matematika. Beliau ngajar juga di kelasku. Beliau ini selain guru matematika di SMA IPIEMS, beliau juga guru matematika di SMAN 10. SMAN 10 guys?? Tetanggaan tuh. Mau ke rumah tetangga beli makan, ehhh ketemu guru ini. Jadi sering ketauan deh kemana-mana. Udah jalan 3 bulan di SMA IPIEMS, ehh tuh guru nawarin aku buat masuk SMAN 10 tapi pake bangku kosong soalnya masih ada disana. Nggak murah sih biayanya. Tapi aku nolak. Disini udah nyaman. Udah akrab juga sama temen-temen. Walaupun itu kesempatan bagus sih, cuma aku bersaing sama anak tetangga. Soalnya dia juga sekolah disitu.
                Tapi aku punya prinsip dari awal lulus SMP. Aku masuk swasta, bukan berarti aku gagal. Aku berhasil. Karena dapet sekolah. Dan yang pasti program akademiknya sama bagusnya kayak sekolah lain. Cuma peraturan yang bikin beda. Disini aku di swasta, harus nunjukkin aku harus berhasil. Aku harus sukses dari hasil aku sekolah disini. Baik itu akademik atau non akademik. Pendidikan sama kegiatan jalan harus seimbang. Kalo ngerasa beban salah satu mending dilepas, daripada diambil tapi bikin susah terus stress juga akhirnya. Diambil yang dirasa itu nyaman dan menyenangkan. Apa yang aku suka, aku bisa, aku mampu, aku raih disini. Dan apapun kesempatan baik yang diberikan coba buat diambil. Dan optimis bahwa itu akan berhasil. Apapun yang terjadi nantinya harus dilalui. Tuhan pasti punya rencana sendiri dari hasil yang kita lakukan. Siap nggak siap jalan, dan pikiran harus OPTIMIS. Yakin akan ke depan. Nggak perlu takut buat ambil kesempatan. Takut dan pesimis hanyalah sesuatu yang MENGHAMBAT kita untuk mengambil kesempatan baik. Apapun yang menghambat itu harus dihilangkan. Kalo nggak dihilangkan, kapan mau maju?? Ya nggak...??

Semangat belajar dan Keberuntungan :D

0 komentar

Kemarin sepertinya aku boleh patut berbahagia. Yah, seenggaknya nunjukkin aku sebenernyalah kalo aku sebenernya masih bisa bangkit di sekolah. Sadar kok aku, aku dulu pernah jatuh, sempet down sendiri gara-gara nyusahin orang tuaku. Aku gak dapet sekolah di negeri, dan harus masuk swasta. Tapi dengan keberadaanku yang sekarang di swasta, aku harus lebih giat, lebih rajin, lebih tekun, dan lebih fokus lagi buat belajar. Mama papa udah biayain aku sekolah, masa' aku nggak bisa pinter??? Ibunya dosen, bapaknya arsitek, anaknya kok nggak bisa apa-apa??? Ya nggak sih??

Dan kemarin aku udah bisa buktiin kalo aku tuh bisa. Tapi nggak sampai disini doang. Masih banyak yang bakal aku lakuin. Asal mama papa seneng lah. Tanggal 21 April kemarin, aku harus berterima kasih sama guruku satu ini. Beliau yang membukakan jalan ini. Waktu itu Bapak Tri Cahyo, guru bahasa Indonesia di SMA IPIEMS, sekaligus pembina ekskul Jurnalistik, ngasih 2 lembaran kertas. Isinya tentang lomba artikel sama lomba fotografi dari Universitas Airlangga Surabaya. Nama kegiatannya sendiri Airlangga Politic Competition.

Pertamanya aku ragu, aku ambil atau nggak. Kalo nggak ambil, aku nggak bisa punya pengalaman diluar. Kalo aku ambil aku harus punya usaha keras buat ikutan lomba itu. Bareng sama temenku, aku sempet ribut diluar gara-gara rebutan lomba. Aku pengen artikel tapi nggak yakin. Tapi aku juga pengen ke fotografi. Karena hidup penuh pilihan jadi aku harus milih salah satu. Aku ambil fotografi, temenku ambil artikel.

Awalnya waktu baca persyaratannya aku agak awam sama semuanya. Apa itu caption, apa itu softcopy, dan hardcopy. Selain itu aku ngerti maksudnya. Agak ndeso juga ya hehehe. Aku sempet tanya ke temenku, tapi temenku juga nggak ngerti. Daripada dia jawab tapi kepo yang sama aja. Karena aku sama temenku yang ikut lomba juga nggak ngerti apa maksud persyaratannya, tanggal 23 April besoknya, jam 3 sore aku ke Unair.

Sampai disana langsung nanyain semua persyaratan. Jam 4 aku ma temenku pulang. Di rumah, aku langsung mikir. Karena temanya "Pahlawan Masa Kini" aku punya pemikiran. Kan gendernya boleh pria boleh wanita. Biar efeknya dapet, aku milih wanita. Kan tanggal 27 April belum jauh dari Hari Kartini, tanggal 21 April. Awalnya aku punya tema guru. Tapi kata temennya mama, kalo guru itu monoton. Jadi banyak yang pake. Cari yang seenggaknya unik dan beda.

Abis dikasih tau kayak gitu, ideku muncul lagi. Ibu-ibu yang berjualan di pasar. Akhirnya besok aku punya niatan mau ke pasar. Tapi kata mama nggak usah, di jalan banyak penjual koran tapi ibu-ibu. Ehm, bagus juga ide mamaku. Akhirnya besoknya, mama nganterin aku ke Tenggilis. Disana ada ibu-ibu jualan koran sambil bawa anaknya. Biar kelihatannya aku foto diem-diem kan malu juga orangnya, kasian. Alhasil, mama aku suruh beli koran, terus aku motret dari jauh dengan cara turun dari motor hehehe. Mama juga minta ijin sama ibu itu buat ngambil gambarnya. Dan tenyata kata ibu itu banyak mahasiswa yang ke ibu itu cuma mau ambil gambar hehehe.

Abis ambil gambar, aku pulang. Sampai di rumah aku lihat-lihat fotonya terus cari mana yang bagus. Ketemu satu foto deh. Abis ketemu, malemnya langsung aku cetak. Yah walaupun ngabisin gocek sampe 30rb sih hehehe.

Besoknya hari Jumat siang jam 11, aku ke Unair buat ngasihin fotonya. Data orisinalitasku nggak ada. Alhasil fotokopi punya temenku hahaha. Pokoknya lengkap. Selesai ngumpulin, tinggal nunggu deh yang masuk 20 besar siapa.

Dan kemarin tanggal 2 Mei 2012, pas di sekolah aku dapet SMS dari Mbak Putri, contact person penyelenggaraan APC. Daaaaaaaannn aku masuk di 20 besar itu. Alhamdulillah.... Seneng banget. Aku langsung kasih tau mama sama papa. Guruku juga aku kasih tau, beliau langsung bikin surat pernyataan sekolah buat diserahin ke Unair.

Dari kegiatan ini aku seneng banget, karena aku bisa buat mama papaku bangga lagi. Aku bisa bangkit. Ya walaupun bukan di bidang akademik sih. Cuma aku harus bisa buktiin lagi kalo akademikku harus seimbang sama bidang non akademik. Akademikku harus bagus. Aku harus terus semangat belajar, belajar, belajar. Karena itu kunci keberhasilanku sesungguhnya. Dan aku tau nggak gampang buat dapet itu. Mungkin pelajar seumuran kayak aku cuma mikir, asal bisa naik kelas. Buat aku itu nggak cukup. Naik kelas, oke, tapi kalopun nilainya nggak bagus, ya sama aja. Malu dong. Naik kok nilainya segini. Makanya itu, belajar itu nggak susah kok sebenernya. Asal kita punya niatan buat ngelakuinnya. Ya walaupun aku sendiri males ya baca buku tebel-tebel hehehe, ya tapi mau gimana lagi itu kewajibanku sebagai seorang pelajar. Aku dituntut belajar. Toh yang ngerasain hasilnya juga kita sendiri bukan orang lain. Setuju nggak gaes.... : )

Jadi.....
Jangan patah semangat buat belajar ya kawaaaann... Tetep semangat buat belajar, yang ngerasain hasilnya kita sendiri kok, dan nggak rugi sama sekali kita oke : )

 
Vita_AnggrahiniVita © 2012 | Designed by Meingames and Bubble shooter